aku berjalan di setiap kenangan, melihat sedikit langkah yg rapuh, bayang yg menatap ke depan hempasan tangan menyapa lembut, kau berbicara selayak semua akan abadi dan tak tersisa sedikit sesal tapi pagi tak pernah menyentuh kedua tangan itu. genggam erat begitu kuat, kau terelakkan dari waktu berjalan di sela hening nafas dan nafsu bersimpuh dengan moralitas mereka, kau menghapus semua itu. digelapnya pencahayaan malam dekat hunian ini batu berbisik dengan kisah tak sampai awal tak berakhir, akhir tak berakhir meski waktu menyebutnya akhir. apakah angin akan mengingat daun yg jatuh karnanya mungkin iya mungkin tidak, tapi daun akan mengingat kenangan saat hangan dan sejuknya angin yg membuatnya terjatuh ke bumi.
Setiap generasi secara alamiah dan kultural memerlukan regenerasi sebagai bentuk kolektif kehidupan manusia. “Kader” kemudian menjadi penting dalam sebuah lembaga organisasi, sebagaimana Partai-Partai. Kaderisasi sebagai proses regenerasi hadir melalui proses penanaman ideology kolektif. Akan tetapi proses ini, memerlukan adaptasi dengan kebutuhan potensi individu, moral, dan nilai dari perkembangan zaman. Sehingga kader dapat berkontribusi di zamannya dan di masa depan yang diimpikan. Pertanyaan yang berusaha dijawab, bagaimanakah dengan pengkaderan yang ada di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin? Apakah sudah menjawab tantangan zamannya? Ada hal yang perlu dalam regenerasi dalam setiap bentuk kolektif dalam kehidupan manusia “kader” dan seperti yang terjadi di lembaga organisasi ataupun partai-partai, proses regenerasi setiap anggota merupakan hal yang pokok dalam penanaman ideology kolektif. dalam melihat arti dari Pengakaderan bisa berarti pros...
Ada kata pamit dalam setiap detik Senja itu tak abadi, dan semua semu Seperti halnya langkah besok, terbuang dan kemudian lahir jejak, apa yang ada di langkah itu.? Aku akan bercerita, ya semua harus tahu, titik-titik tak pernah harus ada diantara kata, ketika aku mencinta, semua harus aku cinta, dan apa semua itu cinta.? Pelukan yg aku harap tak lebih dari adzan bagi kaum kafir. Selalu ada kasih diantar kisah, sejarah akan lahir antara sedih, sepi, cinta, dan nama. Beri aku waktu untuk semua yang akan terlampui lebih dari kata ''ada'' yg harus kita lihat besok, saat pagi membangunkan kita, saat malan menemani peraduan kita bercumbu.
Komentar
Posting Komentar