Postingan

Mimpi

Masihkah aku bermimpi, ketika ada secercah realita. kenyataan akan kehidupan, kesombongan, keangkuhan dan ego-isme. Aku dan malam selalu bersama, melihat kearah tak terarah, mendengar kesunyian yg sangat menyakitkan. Malam tak pernah melupakan aku, ketika aku butuh kesunyian, malam kau terlalu baik dalam hal ini. Suatu ketika dimalamYg penuh api, aku bertanya pada sang sunyi, bisakah aku memelukmu. Dengan sapaan angin sejuk membuatku tahu, ketika aku sedih, disitulah malam memelukku. Seperti apa masa depan sebenarnya, seperti apa besok, jika ketika kita sendiri tak percaya hari ini. seperti apa itu manusia ketika kita sendiri membenci sunyi. Aku mencintai sunyi, karna hanya sunyi yg dapat membuatku sadar akan realitas dunia, sadar akan diriku yg tak berdaya ditengan kebisingan manusia dan mesin mesin kebodohan. Ib.

Tulip tak mekar

Ketika mencoba mencinta sebuah harap, aku berlari di tengah ke gagalan, berharap sedemikian rupa, hingga lupa mencintai cinta itu sendiri. Sedemikian rupa tulip yg tak pernah mekar di hati, kala mekar tak pernah tumbuh bak burung mengepakkan sayapnya, gibran dalam kerapuhan pun, merasa sayap itu juga telah patah..

Sempatkan raga bermunajat

Kata bahagia takkan kau temui, apabila raga dan jiwamu tak pernah kau beri kesempatan untuk merasakan lelah.

Aku dan beberapa goresan hidup

Dan malam aku menatap Kosong. Setiap harap aku tak berdaya Melepas rasa yg teramat absurd Dan malam tetesan hujan aroma hujan di desa ini, membawaku Pada titik pertanyaan. Siapa aku Selepas hati mencari pengetahuan, Kelak akan kubawa bersama kenangan. setiap jejak hati akan kusingkap perlahan. Hingga aku mulai mencari, untuk apa aku hidup. Sosok yg kuharap, dan selalu kunanti, bersama mimpi akan kugapai semua, bersama malam yg tak kunjung berhenti menangis. Aku dan beberapa goresan.
Gambar
Tgl 16 agustus 2018, saya lulus di kampus merah,. Kampus yg  tak pernah aku harapkab bisa ada di dlam catatan kampus tersebut.

Harap tak berwaktu

Malam ini tak berujung sepi, seperti harapku padamu. Tak berujung tetes sepi seperti lagu malam untuk dia. Aku dalam malam tak terik. Bulan yang kecil nampak apik dalam api mereka, namun aku, tak tak berapi.

Lingkaran hidup

Surya akan datang, tunggui. nasi tercerna, langkah hidupku. semua seketika datang tak seperti mimpi yg terberi. Malam selalu datang tak perlu pintu seperti nafas tak perlu tersadari. Siang selalu menutup gelap seperi waktu tak perlu mencuri asa mahluk. Jujur aku berharap, sekali lagi aku berharap, terakhir kali aku tak ingin ungkapan ini terulang. Diam, haruskah surya menjemput manusia, dan membuka matamu. Hidup, tak akan lama, larilah, atau kejarlah.